Ketergantungan pada Air Galon: 80% Warga Jakarta Terbebani Biaya Air Kemasan

Nasional, News0 Dilihat

Krisis air bersih di Jakarta telah memaksa sebagian besar warganya untuk mengandalkan air kemasan, terutama air galon, sebagai sumber utama air minum. Saat ini, diperkirakan sekitar 80% warga Jakarta bergantung pada air galon, meskipun harganya terus meningkat dan menjadi beban berat bagi banyak rumah tangga.

Kualitas air ledeng yang tidak memenuhi standar kesehatan telah membuat warga enggan menggunakannya untuk konsumsi langsung. Akibatnya, air galon menjadi pilihan utama, meskipun biayanya dapat mencapai ratusan ribu rupiah per bulan, tergantung pada jumlah anggota keluarga dan kebutuhan air harian mereka.

Bagi keluarga berpenghasilan rendah, pengeluaran untuk air galon sering kali harus diambil dari anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan lain, seperti makanan, pendidikan, dan kesehatan. Hal ini menyebabkan mereka semakin rentan secara ekonomi, dengan ketergantungan pada air galon yang berpotensi memperburuk tingkat kemiskinan.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan dampak jangka panjangnya, di mana warga Jakarta yang sudah kesulitan secara finansial semakin terbebani oleh biaya air kemasan. Para ahli dan aktivis mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki infrastruktur air bersih, sehingga warga bisa mendapatkan akses air minum yang layak tanpa harus mengeluarkan biaya yang memberatkan.

Tanpa tindakan yang segera, ketergantungan pada air galon akan terus menekan ekonomi rumah tangga di Jakarta, memperparah ketimpangan sosial dan menghambat upaya pengentasan kemiskinan di ibu kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *